Monday, December 31, 2012

Badai Pasti Berlalu?



Gatau ini apa hidupku yang salah?
Atau sikapku yang salah?
Atau mungkin karena masa lalu gue yang salah?

Kerap kali gue mikir.
Sebenarnya untuk apa gue hidup?
Untuk apa gue harus melihat segala ciptaan-Mu?
Untuk apa gue merasakan kenikmatan duniawi yang tanpa gue minta pun sudah menghampiri?
Kalo nyatanya gue rasa, yang gue alami, dan yang Engkau berikan sesakit ini “setiap hari”.
Ya mungkin gak setiap hari, tapi SERING.

Aku bukan mengeluh.
Hanya bertanya-tanya.
Apa maksud dibalik ini semua?

Apa Engkau ingin mengajariku tentang artinya hidup?
Aku sudah belajar Tuhan.
Jauh sebelum umur ku beranjak remaja.
Aku telah merasakan semua rasa sakit.
Walau rasa sakit dimasa lalu ku itu karena kesalahanku sendiri.

Tuhan.
Apa hamba-Mu yang hina ini tak boleh merasakan kebahagiaan seutuhnya?
Jika memang Kau ingin mengajari ku,
Kenapa tak kau izinkan seorang saja yang bisa menjadi tempat keluh kesanku?
Aku tak minta banyak.
Hanya SEORANG.

Dalam keramaian pun aku merasakan kesendirian.
Takkah Engkau merasa “kasihan” padaku Tuhan?

Tapi aku bersyukur Kau ciptakan airmata.
Karena hanya dengannya aku bisa bermain-main bersama kesendirian.
Menikmati kepedihan.
Dan dari dia pula aku bisa merenungi lebih dalam.

Hingga saat ini aku berusaha memahami arti “badai pasti berlalu”
Caecilia Ayu Wulandari Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.