Sunday, March 23, 2014

Bukan Sok Sibuk


Sudah hampir seminggu gue ngilang dari peredaran dunia perblog'an. Dan rasanya tak heran kalo pemilik blog ini jarang ngasih makan blognya. Malah yang ada pada heran kalo blog ini tetiba banyak postingan? 

Gue bukan tanpa alasan gak nongol hampir selama seminggu. Boro-boro buat ngasi makan blog, ngumpulin recehan ke blog-blog temen aje GAK PERNAH gue lakuin selama seminggu ini. Bahkan parahnya, boro-boro ngumpulin recehan kesana kemari, terjun ke dunia internet aja hampir gak pernah. Eh nggak ding! Tiap hari gue terjun ke dunia internet, tapi email doang. Itu pun email kantor. Miris!!

Seminggu ini gue disibukkan sama tugas.
Tugas kantor yang menumpuk akibat pertengahan bulan. Kalo yang namanya kerja sama orang, ya harus ikutin aturan yang dikasih orang itu. Jadi, dikantor gue tiap pertengahan bulan musti udah ngirim segala dokumen dari awal sampe pertengahan bulan. Dokumen yang berisi laporan pemakaian kas kecil perusahaan beserta bukti-bukti transaksinya, laporan penjualan berserta nota-notanya, laporan penagihan piutang beserta bukti-bukti penerimaannya, dan seabrek laporan-laporan lain. Ajaibnya, semua itu cuma gue yang nyiapin. Yaaaaa nasib.......


Hampir seharian penuh gue berkutat sama komputer dan ribuan kertas yang berserak dimana-mana. Di komputer, gue sibuk melihat data laporannya dengan ribuan kertas yang musti gue susun berurutan sesuai yang ada di data laporan komputer yang gue buat. Tapi kerjaan gue gak semulus yang diharapkan. Harapnya gue bisa kelar sebelum jam istirahat, minimal jam 12 dan maksimal jam 1, tapi harap sekedar harap. Gawean gue itu selalu dan pasti diimbangi sama gawean dadakan yang musti dikerjain saat itu juga. 
"Cil, tolong buatkan pengajuan penurunan harga"
"Oh iya Pak"
1 menit berlalu...........
"Sudah Cil?"
"Belom Pak. Baru juga buat judulnya"
1 menit 2 detik kemudian.......
"Gimana Cil?"
"Beloom Pak. Ini lagi buat garisnya"
1 menit 5 detik kemudian.........
"Sudah belom Cil?
"BELOM PAK BELOOOOOOM. BAPAK NGASIH LAPORANNYA BARU SEMENIT 5 DETIK YANG LALU. DAN INI LAPORANNYA PENUH SATU HALAMAN HVS A4. BELUM LAGI SAYA MUSTI INPUT SATU-SATU HPPNYA. BAPAK? BAPAK TIAP 2 DETIK NANYAIN. PIKIRIN PERASAAN ORANG TUA SAYA PAAAAK. PIKIRKAAAAAAAN"
Sampe sekarang gue heran kenapa saat itu gue ngebawa-bawa orang tua.

Dari yang planning gue maksimal jam 1 udah kelar biar sisa-sisa jam kerja bisa gue pake buat blogwalking. Tapi sudah jam 3 sore pun gue masih berkutat dengan kertas-kertas rupa-rupa warna dan bentuknya. Dengan sisa-sisa semangat yang perlahan mulai pergi.
"Gue harus pergi"
"Kenapaaaaaaa?"
"Lihat keadaan gue iniiiiiiiii" suaranya serak-serak basah bikin gue orgasme.
Gue pasatin si semangat. Dari atas sampe bawah. Badannya kurus kering. Bungkuk. Memegang tongkat yang terbuat dari batang singkong. Terlihat tongkat yang mulai reok merintih musti menahan tubuhnya yang juga reok. Antara badan dan tongkat saling berlomba siapa yang paling bungkuk. Tanpa sadar, air mata gue pun terbang (karena jatuh sudah terlalu mainstream). Dengan sisa-sisa bekas orgasme pun gue berkata
"Gawean gue masih sebanyak ini. Kalo lo pergi, siapa penggantinya?"
"Tenang, masih banyak yang lainnya" jawabnya sambil membuka 1 pintu.
"Lihatlah. Bukan cuma gue. Masih ada yang lain didalam" Gue lihat yang ada didalam. Kisaran ada 8 sampe 10 semangat yang terlihat dimata. Badannya sama persis seperti semangat yang ada dihadapan gue ini. Bahkan ada yang sudah terbaring tanpa nafas lagi didalam sana.
"Gue pergi Cil. Selamat tinggal"

Mencoba bertahan sekuat hatiii, layaknya karang yang dihempas sang ombak #plak *malah nyanyi*, sampe di jam 5 sore. Semua karyawan sudah pamitan "Duluan Cil". Gawean gue belum juga menunjukan tanda-tanda akan berakhir. "Gue lanjutin besok aja!!" Masukin semua kertas-kertas rupa-rupa warna dan bentuk ke dalam lemari. Bentuknya mulai ngabas. Masa bodo banget. Yang ada dipikiran gue saat itu keluar dari kantor.

Angin bertepaan disertai debu-debu jalanan menyapa wajah gue. Sudah 10 menit berlalu gue keluar dari kantor. Dan sekarang dalam perjalanan ke kampus. Setidaknya tidak seburuk di kantor.

"Cil, tugas AKM, AKP, dan AUD kau udah?"
Gue cengok begitu sampe kampus langsung digerogoti pertanyaan yang bikin jantung gue tetiba stuck. GUE LUPAAAAA!!! Dari 24 sks terdiri dari 8 mata kuliah yang gue kontrak, setengahnya diajar oleh dosen berlabel "SEPARUH AKU, TUGAAAAAAS".

Pupus!! Gue rapuh sudaaaah. Gak hanya jadi butiran debu, tapi lebih ke butiran Quark (zat padat yang merupakan bagian atom berarti paling kecil didunia). Gue harus menghadapi hari-hari di kantor dan kampus tanpa sela sedikit pun untuk berseluncur ke dunia tanpa batas, internet.

Dari Rabu sampe Jumat gue sukses jadi manusia yang lupa sama tubuhnya. 9 jam menjadi seorang karyawan dan 5 jam menjadi seorang mahasiswi dari 24 jam dalam sehari.

9 jam itu diselingi 1 jam istirahat yang gue pake buat tidur. Tidur dengan hanya menopang kepala diatas meja saja sudah cukup. Bahkan bisa sampe mimpi, sangking badan dan pikiran ini lelah tak terkira. Dengan waktu 9 jam dikurang 1 jam, sekitar ada 2 jam waktu senggang gue bebas dari tugas kantor, gue isi dengan ngerjain tugas kampus.

5 jam menjadi mahasiswi, itu diselingi 1 jam istirahat (pergantian mata kuliah) yang gue pake untuk makan. Yaaap sarapan + makan siang + makan malem gue jadi satu saat itu saja. Berlanjut sampe dirumah. 10 jam waktu untuk gue istirahat, diganti menjadi 6 jam. 4 jam dimakan begitu saja untuk si tugas kampus.

Sehingga gue mempunyai skema kehidupan 1 hari itu begini
KLIK UNTUK PERBESAR!!!
Tiap harinya begitu. Terkadang ada 1 ato 2 hari yang kuliah cuma 1 MK aja, start jam 7 p.m. Dari jam 5 p.m sampe jam 7 p.m gue habiskan waktu ngalur ngidul keliling Jambi.

Dan di hari ini, semangat gue seakan terisi kembali. Dimulai dari Sabtu pagi, gue ucapkan BISMILLAH. Bismillah karena ini weekend. Bismillah, berharap penat selama 5 hari bisa terhapuskan. Hingga sampe di Minggu pagi...............
"ALHAMDULLILAH WEEKEND"
Caecilia Ayu Wulandari Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.